Aktivitas Utama
dan 4 Fungsi Bisnis pada Perusahaan Manufaktur, Retail, dan Service.
Manufaktur Best Practice
Model Manajemen Kualitas :
a)
Quality
Control è Kualitas oleh bagian Quality Control, banyak proses inspeksi yang
dilakukan secara khusus oleh personil / fungsi yang independen
Pencegahan defect / cacat / produk out dari proses penerimaan material
sampai penyerahan ke konsumen, di lakukan secara berlapis
Petugas inspeksi yang bertanggung jawab kepada pimpinan organisasi.
Kelemahan :
-
Banyak tenaga
yang digunakan
-
Operator kurang
peduli terhadap hasil pekerjaannya
-
Kualitas produk
yang diterima konsumen sepenuhnya tergantung kemampuan inspektur untuk
mendeteksi
b)
Quality by
Inspection è Kualitas dipastikan melalui Inspeksi
Pencegahan defect / cacat / produk out dilakukan di penerimaan dan di
output produk oleh bagian luar produksi, dan bertanggungjawab kepada pimpinan
organisasi
Kelemahan :
-
Kesalahan baru diketahui pada akhir
proses, bila terjadi produk yang tidak sesuai, akan melibatkan jumlah produk
yang tidak sedikit serta kerugian yang banyak
-
Operator kurang peduli terhadap hasil
pekerjaannya, kualitas produk yang di terima konsumen sepenuhnya tergantung
kemampuan inspektur untuk mendeteksi
c)
Build by Quality
è Kualitas dibuat / dijaga di masing-masing proses
Pencegahan defect / cacat input dan output dilakukan oleh inspeksi,
sedangkan didalam proses produksi dilakukan oleh operator sendiri.
Kelemahan :
-
Tidak bisa dilakukan operator yang
kurang mampu
-
Di perlukan kejujuran dan disiplin yang
tinggi
Control point :
-
Melakukan cara-cara kerja / proses kerja
yang benar
-
Meningkatakan kemampuan operator
-
Mengembangakan metode dan alat anti
salah
d)
Total Quality è Seluruh Inspektur ditiadakan
Operator dilatih untuk dapat menjadikan inspektur untuk dirinya sendiri
dan proses sebelumnya
Kelemahan :
- Sangat tergantung dengan budaya organisasi
- Kemampuan operator menjadi sangat dominan
- Perlu perencanaan yang baik sebelum
diimplementasikan
- Review teratur baik hasil maupun prosen.
Control point :
-
Membudayakan build in quality diseluruh
proses, baik proses produksi, maupun non produksi
Karakteristik
Industri Manufaktur
1. Ada proses
pengolahan bahan baku (row material,
barang dalam proses) menjadi produk
KSF:
Pemilihan bahan, manajemen kualitas, EPE
2. Setiap work
station akan mengkonsumsi biaya
KSF:
Mengerjakan aktivitas yang bernilai tambah
3. Revenue
ditentukan oleh “Keunggulan kompetitif”
perusahaan dalam menghasilkan produk
KSF:
Kapasitas dan jumlah produk yang diproduksi
Retail Best Practice
Kemandirian
Manajemen
Manufacturing
Value Chain
Aktivitas
dan Fungsi Utama
Strategi
Kolaborasi
Karakteristik
Industri Retail
1. Perusahaan membeli
barang untuk dijual kembali
KSF:
Delivery In Full On Time Error Free (DIFOTEF) -> Persediaan
2. Kesuksesan
perusahaan ditentukan oleh distribusi
KSF:
Coverage, Spreading, dan Penetrasi (CSP); Display, Biz
Inteligen
3. Revenue
ditentukan oleh “saluran distribusi”
yang digunakan perusahaan
KSF:
Struktur, Sistem, dan Strateg distribusii
Kriteria
Pemilihan Saluran Distribusi
1. Memiliki jaringan
distribusi yang luas.
2. Memiliki kapasitas
keuangan
3. Memiliki armada
pengiriman dan penjualan
4. Memiliki cakupan
area yang luas
5. Memiliki pengalaman
dalam mendistribusikan
produk sejenis
6. Memiliki tingkat
layanan yang baik
7. Mempunyai kemampuan,
reputasi dan sejarah prestasi
perantara yang baik
Service Best Practice
Karakteristik
Industri Retail
1. Perusahaan menjual
jasa pelayanan (bukan barang)
KSF:
fisik, reliabilitas, responsibility, jaminan, dan empathy.
2. Kesuksesan
perusahaan ditentukan oleh kualitas
layanan yang diterima pelanggan
KSF:
ekspektasi harus sama dengan realisasi
3. Revenue
ditentukan oleh “people” yang digunakan
perusahaan
KSF:
Kepuasan karyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar